Mendaki Gunung Slamet Saat Musim Hujan, Pilih Jalur yang Tepat

Saat musim hujan pastinya kapasitas pendaki akan menurun dibandingkan dengan saat cuaca terang. Tidak hanya digunug terkenal seperti Prau, Slamet pun begitu. Memasuki musim hujan, jumlah pendaki Gunung Slamet via jalur Bambangan, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah selalu menurun drastis. Akan tetapi pasti ada saja dari luar kota yang mendaki.

Menurunnya jumlah pengunjung selalu dinformasikan oleh Basecam setempat. Misalnya kalau dituliskan dalam bentuk data, pada Bulan Oktober tidak ada 1.000 pendaki, sebelumnya (September) bisa mencapai 1.291 pendaki, bahkan pas Agustus sampai 4.312 pendaki, ini sudah menunjukkan perbedan yang sangat jelas seiring pergantian musim.

Saat musim hujan pastinya kebanyakan pendaki lebih memilih gunung dengan tinggi yang ideal seperti Bismo, gunung Kembang, atau ke sebuah bukit.

Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang selalu menjadi destinasi bagi para pendaki baik domestik maupun mancanegara. Jalur Bambangan yang selalu ramai sebagi jalur favorit, berdasarkan data tercatat bisa mencapai 18.683 pendaki yang mendaftar melalui jalur Bambangan.

Saat musim hujan selalu diingatkan buat para pendaki Gunung Slamet yang berencana untuk melakukan perjalanan via Bambangan supaya mempersiapkan perbekalan terutama ponco dan tenda dengan lengkap.

puncak gunung slamet

Jalur Menuju Gunung Slamet via Bambangan

Berikut ini telah kami tulis jalur transportasi umum untuk bisa sampai menuju Basecamp Bambangan, Gunung Slamet, Purbalingga :

1. Buat pendaki yang menggunakan mode transportasi umum kereta dapat berhenti di Stasiun Purwokerto.

Sedangkan untuk pengguna bus dapat langsung turun di Terminal Purbalingga maupun Bobotsari.

2. Sesudah kita sampai di Stasiun Purwokerto atau Terminal Purwokerto, pendaki dapat menyewa angkutan umum dengan negosiasi tarif yang disesuaikan dengan jumlah rombongan. Jadi semakin banyak orang tarifnya juga lebih besar.

Kebanyakan angkutan trayek yang disewa berkisar antara Rp 300.000 sampai Rp 400.000 satu rombongan. Untuk perjalanannya dari Stasiun Purwokerto sampai Bambangan membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam.

3. Selain menyewa angkutan umum, pendaki juga bisa lebih dulu menggunakan bus Rp 10.000 sampai Terminal Purbalingga atau dengan Rp 15.000 untuk sampai di Terminal Bobotsari.

4. Dari Terminal Purbalingga, berikutnya pendaki dapat menyewa jasa angkutan non-trayek (plat hitam) untuk mencapai Basecamp Bambangan.

Kendaraan non taryek ini banyak ditemui baik dari terminal maupun dari Simpang Serayu, Mrebet dengan tarif  sekitar Rp 150.000 - Rp 250.000 per rombongan.

5. Setelah sampai di Basecamp Bambangan, pendaki akan dikenakan biaya antara lain: Simaksi pendakian Rp 15.000/hari, Perhutani Rp 5.000, Parkir sepeda motor Rp 10.000/pendakian, atau parkir mobil Rp 50.000/pendakian.

Nah demikian tips jalur pendakian ke gunung Slamet saat musim hujan melalui Bambangan sebagai jalur terfavorit para pendaki. Mengenai tarif kendaraan, biaya registrasi dan lain-lain sewaktu-waktu dapat berubah itu hanya perkiraan yang terpenting kalian sudah bisa membayangkan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan.

1 Response to "Mendaki Gunung Slamet Saat Musim Hujan, Pilih Jalur yang Tepat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel